Sahabat Sejati yang Rela Berkorban

CERPEN TENTANG PERSAHABATAN

Memang aku ini bukanlah orang yang istimewa di sekolahku, tapi aku sangat senang karena memiliki sahabat yang selalu ada jika aku membutuhkannya. Selalu ada ketika suka dan duka sahabat-sahabatku selalu ada di sampingku. Meskipun mereka adalah orang yag sangat populer di sekolah, di sekolah aku memiliki 2 sahabat yaitu ayumi dan miroku, aku sudah menganggap mereka sebagai  saudara kandung aku sendiri. Meski aku adalah seorang cowok, tapi bukan berarti aku tidak boleh memiliki sahabat cewek. Hingga suatu hari miroku mengajak kami berdua pergi liburan ke pantai.
“ eh gimana kalau kita pergi liburan ke pantai, kayanya seru tuh.” Usul dari miroku
“ oh iya … mumpung kita sedang libur.” Sahutku menyetujui usul dari miroku
“ tapi … gimana dong, pasti aku gak di izinin sama si mama.” Kata Ayumi
“ tenang aja nanti kita bantu deh bilang sama mama kamu, iya gak shin.”
“ iya … kita pasti bantu kamu kok tenang aja, masa teman kita ada yang gak ikut liburan.”
“ makasih ya teman-teman, kalian memang sahabat aku yang paling baik. “
“ oh ya udah kalo kita semua sudah siap, kapan kita berangkatnya. Nanti keburu masuk sekolah lagi.”
Aku yang begitu senang karena akan liburan bersama ke dua sahabatku yang paling aku sayangi. Ini adalah yang pertama kalinya aku berlibur dengan ke dua sahabatku ini, karena memang kami semua ketika liburan sekolah kami hanya bermain bertiga di tempat kami biasa berkumpul dan tempat itu adalah tempat yang penuh dengan kenangan kami menyabutnya tempat itu nagareboshi, meski sebenarnya tempat itu namanya bukanlah negareboshi, tetapi kami menyebutnya begitu karena tempat itu indah seperti nagareboshi. Karena kami ingin menemukan hal yang baru maka kami bertiga memutuskan untuk pergi berlibur ke pantai. Sepulang sekolah kami langsung mempersiapkan perlengkapan yang akan kami bawa ke pantai, rencananya kami kan menginap di villa milik kakek miroku yang telah meninggal.
“ kaya ini akan menjadi liburan terindah sepanjang sejarah deh.”
“ ya pasti, karena kita biasanya ke nagareboshi saja.”
“ gimana kalau kita ke nagareboshi dulu sebelum berangkat.”
“ ayo.”
Kami pun pergi ke nagareboshi sebelum berangkat ke villa miroku. Kita di nagaraboshi berbicara masalah pergi ke pantai dan menikmati keindahan nagareboshi. Setelah itu kami pulang dan mempersiapkan peralatan yang akan di bawa.
“ eh … gimana nih persiapannya kita harus cepat, kita kan akan menginap di villanya miroku selama liburan musim panas.”
“ tenang aku sudah siapin kok perlengkapan buat besok kita bawa ke pantai,eh shin kamu bawa baju berapa banyak.”
“ kalo aku sih bawa baju 10 pasang saja dah cukup.”
“ kalo kamu ayumi.” Tanya miroku ke ayumi
“ kalo aku bawa 15 pasang, ah ga usah banyak-banyak nanti sulit nyucinya.”
“ kita kan mau pergi ke pantai, kalian mau bawa bau renang gak ??”
“ ya iya lah …  masa kita pergi ke pantai gak bawa baju renang.” Ayumi meledek
“ iya sih, tapi jangan marah gitu dong.”
“ aku gak marah kok.”
“ oh ya. . . kita kesana mau naik apa, masa kita harus jalan kaki.” Aku mengingatkan kedua sahabatku ini.
“ iya bener juga. Oh ya gimana kalau pake mobilnya miroku saja, tapi yang bawanya shinjuu.” Ayumi mengusulkan kalo aku yang harus membawa mobil
“ iya gak apa-apa lah biar aku yang bawa mobil, tapi ayumi kamu kan punya penyakit asma. Apa gak akan kenapa-kenapa kalo kamu ikut berenang bersama kami nanti di pantai.”
“ gak apa-apa kok, toh aku sudah bawa obatnya.”
Setelah sekilan lama kami menempuh perjalanan akhirnya kami sampai juga di pantai, dan kami langsung saja pergi ke villa miroku yang sudah 1 tahun gak ke urus, karena orang yang mengurus villa itu telah meninggal dunia. Karena di villa itu ada suatu harta terpendam dan ada jalan rahasia di villa tersebut. Dan sebenarnya miroku juga hampir terbunuh, tetapi ia dan keluarganya berhasil menyelamatkan diri dan sampai sakarang pelaku pembunuhan itu masih mengincar harta yang belum terambil karena teka-tekinya belum terpecahkan.  Akhirnya kami bertiga sampai juga di villanya miroku.
“ aduh capai banget nih, lama juga ya kita tadi di perjalanan.” Miroku mengeluh
“ ah akhirnya sampai juga di villa ini.” Aku senang karena kami sudah sampai di villanya miroku
“ iya … aku mau mandi dulu ah ayumi mau ikut gak.” Miroku mengajak ayumi pergi mandi
“ ih kok aku gak di ajak sih.” Aku bercanda
“ kamu kan cowok, masa ikut mandi sama kita.”
“ ya udah aku pulang aja.”
“ ya udah …  sana pulang.”
“ gak kok aku Cuma bercanda, jangan marah kaya gitu dong.”
“ siapa yang marah, aku gak marah kok.” Kata miroku.
Sudah dua hari kami bertiga menginap dan bermain-main di pantai, tapi kami merasa aneh karena seperti ada seseorang yang membuntuti kami. Hingga suatu waktu pada saat kami bermain di pantai sesuatu yang tidak di inginkan terjadi, asma yang di derita oleh ayumi kambuh. Lalu  Aku dan miroku menggotongnya ke villa dan mengambil obat yang ayumi bawa dari rumah sebagai persiapan jika asmanya tiba-tiba kambuh. Malam pun tiba dan akhirnya kondisi ayumi membaik, tetapi si pelaku  membuntuti dan si pelaku tidak sengaja menjatuhkan barang Ketika sedang mengintip kami dan terdengar olehku dan miroku.
“ (preng. . . . . . . . . . .! ! !)”
“ hei siapa itu di luar.”
“ Apaan tuh tadi shin.”
“ gak tahu, ayo kita kejar, mungkin itu orang yang membuntui kita beberapa hari ini.”
“ ya … ayo cepat nanti keburu hilang.”
“ tapi gimana dengan ayumi.”
“ gimana ayumi kamu mau ikut atau tinggal disini sendirian.” Ajakku
“ gak apa-apa kok aku di sini aja.”
“ oh ya udah kai pergi dulu, mengejar dia.”
Akhirnya aku dan miroku mengejar orang yang mengkin membuntuti kami, dan ketika kami berlari kami baru sadar bahwa kami berlari ke lantai atas yang sebelumnya belum kami lihat keadaannya, ayumi yang sedang sakit mengikuti kami dari belakang. Ketika kami sedang mengejar orang tersubut, ternyata sudah tidak ada di lantai atas dan aku melihat ada tulisan yang tertulis dalam suatu tembok dalam kamar yang sebelumnya belum pernah kami lihat isi kamar tersebut. Yang ternyata kamar kakeknya miroku dulu.
“ eh apaan tuh di tembok, ada kalimat yang tertulis.”
“ eh iya bener juga, ayo kita lihat.” Miroku mengajakku untuk melihat tulisan itu.
“ eh orang tadi mana. Mungkin dia bersembunyi.”
“ Ya mungkin saja.”
“ mendingan ayo kita baca saja dulu tulisan apa yang ada di tembok.”
“ kamu aja shin yang baca.”
“ iya.”
Dan ternyata yang tertulis itu adalah petunjuk tempat harta karun itu berada, yang pernah kakekku,kakek ayumi, dan kakek miroku simpan. Memang sih keluarga kami bertiga sudah bersahabat dari zaman kakek kami. Dan ayumi mengetahui dimana tempat dari petunjuk itu berada.
“disini tertulis, SUASANA YANG INDAH DAN UDARA YANG SEJUK KITA DAPAT RASAKAN DENGAN KEINDAHAN YANG DAPAT KITA RASAKAN HANYA ADA DI TEMPAT YANG INDAH DI TEMPAT INI, AKU DAN SAHABATKU MENYIMPAN RAHASIA DI BALIK MATAHARI YANG TENGGELAM DI SORE HARI, BETAPA INDAHNYA SUASANA TERSEBUT. AKU MELIHAT TENGGELAMNYA MATAHARI DI TEMPAT YANG KERAS.”
“ itu yang tertulis di dalamnya,            tapi apa maksudnya semua itu.” Miroku bertanya
“ apa mungkin itu menunjukan suatu tempat.”
“ bisa jadi, tapi dimana tempat itu berada ? ? ?”
“ dimana ya, mmmhh… mungkin gak kalau tempat itu pesisir pantai yang dekat dengan villa ini.”
“ bisa jadi itu tempatnya.”
Ketika kami berdua sedang memecahkan petunjuk ini tiba-tiba ayumi datang.
“ hei kalian sedang ngapain disini?” Tanya ayumi
“ ini ada tulisan di tembok ini.”
“ hahaha terima kasih anak-anak nakal, karena telah membantuku memecahkan misteri ini.” Si pelaku keluar dari tempat persembunyiannya
“ si … siapa kamu?”
“ siapa aku …aku adalah itachi. Orang yang akan kaya raya. Tapi aku harus menyingkirkan kalian berdua terlebih dahulu, hehehehehe.”
“ (door … )” terdengar suara tembakan menuju ke arah kami, tapi ayumi dengan cepat lari melindungi aku dan miroku, akhirnya peluru itu menembus dada ayumi.
“ dasar anak bodoh mencoba melindungi sahabat ya.”
“ batu besar.” Ayumi hanya bicara itu pada kami
Si pelaku pun kabur, kami mencoba menolong ayumi tapi terlambat. Akhirnya kami menelpon polisi dan keluarga ayumi,kami tidak menelpon keluargaku dan keluarga miroku karena takut marah pada kami. Setelah beberapa jam kemudian datang polisi dan keluarga ayumi dan kami ceritakan kejadiannya gimana.
“ maaf ya tante aku tidak bisa melindungi ayumi.”
“ iya tidak apa-apa, kalian sudah berusaha melindunginya kok. Mungkin ini sudah takdir.”
“ mau di makamkan dimana ayumi tante.”
“ di pemakaman deket rumah tante aja.”
“Oh ya sudah kalau begitu.”
Upacara pemkamanpun dilaksanakan dengan lancar, setelah upacara pamakaman itu selesai aku dan miroku kembali ke villa untuk memecahkan misteri ini.
“ mir kita kembali aja ke villa, kita selesaikan ini. Ini juga demi ayumi.”
“ ok,sekarang aja berangkatnya nanti keberu kemalaman.”
“ ya, tapi kita harus pamitan dulu sama orang tua.”
Setelah itu aku dan miroku kembali ke villa. Dan setelah sampai di villa, aku dan miroku melanjutkan pemecahan misteri. Aku dan miroku memutuskan untuk pergi ke batu besar.
“ kita kemarin sudah tahu bahwa tulisan itu menunjukan batu besar.”
“ eh miroku, kita pergi saja ke batu besar itu, yang di sebutkan ayumi.”
“ iya …ya benar juga.”
Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke batu besar. Dan setelah sampai disana ternyata ada yang aneh.
“ oh ini batu besar itu.”
“ ya besar juga ya ternyata, ah liat ada yang aneh dari batu ini.”
“ coba saja lihat sekelilingnya”
“ iya …  ada tulisan yang terukir di batu ini, LACI LEMARI MIROKU. ”
“ apa maksudnya itu. Lihat ini ada tanda panah”
“ mungkin itu laci lemarimu miroku. Dan tanda panah itu menunjukan ke arah barat ”
“ ah tidak mungkin, soalnya sudah aku cek dan tidak ada apa-apa di dalamnya. Oh ya apa mungkin itu lemari kamar yang waktu semalam di kamar itu.”
“ tapi tanda panah itu apa artinya”
“ kalau itu aku gak tau.”
“ ya udah … ayo kita kesana, mungkin dengan terpecahkannya misteri ini ayumi akan tenang di alam sana.”
“ iya dia sudah mengorbankan nyawanya, demi melindungi kita berdua.{Makasih ya ayumi sudah menolong kami, kami berjanji akan selalu mengingat kebaikanmu ini}” miroku berkata dalam hatinya
Seketika itu juga aku dan miroku berdua ke kamar yang di lantai atas. Dan akupun membuka lemari itu, tetapi disana hanya tertulis beberapa kata.
“ eh lihat miroku ada yang tertulis di kertas yang ada di laci ini.”
“ tulisan apaan.”
“ tulisannya, AYUMI-SHINJUU-MIROKU.”
“ eh itukan nama kita bertiga, tapi apa maksudnya.”
“ mungkin saja AYUMI dari kata tersebut itu UMI yang berarti laut,SHINJUU dari kata SHINJITE artinya percaya, dan MIROKU dari kata MICHI artinya jalan dan tanda panah ke arah barat itu adalah arah kemana kita harus berjalan. Jadi kalo di gabung akan menjadi jalan kepercayaan yang ada di dalam air yang menuju ke barat. Mungkin dalam toilet”
“ mungkin saja sih tapi …”
Belum selesai miroku bicara tiba-tiba datang seseorang yang yang ternyata itu itachi.
“ terima kasih telah memecahkan teka-teki ini. Dan membantuku”
“ ngapain kamu kesini lagi.”
“ hahaha … aku akan jadi orang kaya.”
Lalu si pelaku lari ke toilet, tapi tidak di temukan apapun. sedangkan aku dan miroku berusaha memecahkan teka-teki ini, dan akhirnya miroku berhasil memecahkan teka-teki ini.
“ eh shinjuu mungkin saja Ketiga kata itu mengandung arti ke suatu tempat.”
“ apa itu, dimana tempat itu??” tanyaku penasaran
“ mungkin AYUMI dari kata AYUMU dan MICHI, AYUMU artinya melangkah MICHI Jalan. SHINJUU dari kata JUU yang artinya dalam bahasa jepang 10, dan MIROKU dari kata ROKU yg artinya 6, Jadi Kalo JUU ROKU artinya 16. Kalo di gabungkan semuanya menjadi berjalan 16 langkah.”
“ dan tanda panah ke arah barat itu adalah menunjukan jalan ke arah mana kita mengambil arah.” Aku menambahkan apa yang di jelaskan oleh miroku
“ tapi apa maksudnya dari SHIN dari SHINJUU, dan MI dari MIROKU.” Miroku merasa ada yang kurang.”
“ kalo SHIN mungkin aja SHINUU artinya kan mati/wafat, dan MI itu mungkin MINAMI artinya selatan. Jadi apa ya kalau di gabung semua.”
“ Mungkin aja melangkah 16 lanakah ke arah barat lalu 16 ke arah selatan.”
“ bukan … karena kata-kata itu terpisah.”
“terus apa ? ”
“mungkin idak kalau berjalan 10 kearah barat, dan mungkin akan ada petunjuk yang seharusnya sudah diketahui pertama, makanya petunjuk itu tak berguna lagi sekarang atau dikatakan dengan mati. Dan 6 langkah ke arah selatan mungkin disana akan ada petunjuk tentang harta itu berada.”
“ bisa jadi begitu.”
 “Ayo kita kesana. Kamu ngambil arah barat dan aku arah selatan.” Aku menjelaskan apa yang harus kita lakukan.
Aku dan miroku pun pergi sesuai dengan arah yang harus kita ambil, setelah itu kami hanya menemukan sebuah botol.
“ eh mir kamu dapat apa?”
“ hanya ada sebuah botol.”
“ sama dong, tapi gimana kalo kita buka apa yang ada dalam botol ini.”
“ ok, ayo kita buka.”
Aku dan miroku pun membuka isi botol itu dan kami membaca apa yang tertulis di dalamnya.
“ miroku apa yang tertulis disana?”
“ disini tertulis, MUNGKIN DALAM KEGIATAN INI AKAN ADA DARI KALIAN YANG MENINGGAL DUNIA, MAAFKANLAH KAKEKMU INI YANG TELAH MENYUSAHKAN KALIAN, SEHINGGA SALAH SATU DARI KALIAN HARUS JADI KORBAN.”
“ oh itu yang tertulis, kenapa kita tidak memecahkan ini dari dulu. Mungkin ayumi tidak akan. . . . “
“ sudahlah tak perlu di sesali, toh itu semua sudah terjadi, kalo kamu apa yang tertulis?”
“ oh iya sampai lupa … disini tertulis, DI SUATU TEMPAT TERSIMPAN BENDA YANG AKAN DAPAT MEMBANTU KALIAN MENEMUKAN HARTA ITU, DAISOTO. JALAN UNTUK MENUJU HARTA ITU,BENAMI.
“ apaan tuh DAISOTO sama BENAMI.”
“ mungkin itu petunjuk buat kita agar kita dapat menemukan harta itu, tapi apa maksudnya.”
“ mungkin saja itu suatu tempat yang ada di villa.”
“ Ayo kita kembali ke villa.”
“ tapi bagaimana kalo kita di bunuh si pelaku.”
“ kita jebak saja si pelaku, kita buat perangkap. Dan agar si pelaku masuk perangkap kita, kita buat petunjuk yang salah.”
“benar juga, kita buat perangkap dan kita serahkan ke polisi.”
“ayo kita mulai dari sekarang.”
Setelah itu aku dan miroku pergi ke gudang dekat villa dan segera membuat perangkap, lalu aku dan miroku pergi ke villa.
“ akhirnya jadi juga perangkap ini.”
“ayo kita pergi ke tempat yang agak jauh, supaya si pelaku tidak curiga.”
“ayo.”
Kami mulai membicarakan teka-teki yang terakhir ini. Dan ternyata kami mendengar ada yang masuk ke villa ini, dan mendengarkan pembicaraan kami, kami pun memulai rencana kami.
“ eh tadi kan ada teka-teki lagi, dan ini mungkin yang terakhir.”
“ iya, disana ada kata DAISOTO sama BENAMI.”
“ apa maksudnya ya kata itu.”
“ mungkin saja itu suatu tempat.”
“ mungkin DAISOTO itu kata DAI itu dari DAIYA artinya berlian, SO dari SOUKO artinya gudang, dan TO dari TONNERU artinya pemandangan. Jadi tempat harta itu di gudang yang memiliki terongan, dan hartanya adalah berlian.”
“ dan mungkin aja BENAMI itu dari BE kata BERANDA artinya beranda, NA dari kata NAGAME artinya pemandangan, dan MI dari kata MIKAZUKI artinya BULAN SABIT. Jadi jika kita melihat dari beranda kamar atas akan terlihat sebuah gudang. Yang isinya mungkin berlian. Karena sudah hampir 50 tahun tak ada yang masuk ke gudang itu.”
“ iya juga.”
Si pelaku yang mendengarkan pembicaraan aku and miroku segera pergi ke gudang itu dan akhirnya terkena perangkap yang kami buat.
“ miroku ayo kita lihat si pelaku di gudang.”
“ Ya”
lalu Kami lari ke gudang. Setelah sampai di gudang aku menangkap pelakunya. Dan menyerahkan ke polisi.
oh ternyata kamu yang membunuh teman kami.”
“ maafkan aku anak-anak memang aku sangat iri dengan apa yang kalian miliki.”
“ ok nanti saja di kantor polisi.”
Setelah itu kami pergi ke kantor polisi dan memberitahukan ke polisi bahwa ini pelaku pembunuhan di villa itu. Dan kami pun kembali ke villa dan mulai membicarakan teka-teki itu lagi.
“ akhirnya tertangkap juga pelakunya.”
“ iya, aku harap pelakunya di beri hukuman yang setimpal.”
“ ya aku juga harap begitu.”
“ Ayo selesaikan teka teki ini.”aku mengajak miroku
“ oh ya mungkin DAISOTO itu DAI dari kata DAIDOKORO artinya dapur, SO dari kata SORA artinya langit, dan TO itu TODANA artinya lemari. Jadi mugkin ada suatu barang di atap lemari yang ada di dapur coba aja kita lihat.”
aku dan miroku pun pergi kedapur dan menemukan sebuah peta labirin yang mungkin ada di villa ini.
“ apaan ni, kayanya ini peta deh.”
“ tapi peta apaan ini.”
“ mungkin itu peta labirin yang ada di villa ini dan kata BENAMI itu menujukan tempat dimana pintu menuju labirin itu.”
“ iya, tapi apa maksudnya kata BENAMI ini .”
“ mungkin BE itu dari kata BENJOU artinya Toilet, NA itu NAKA artinya dalam, dan MI itu MIZU artinya air. Berarti jalan menuju labirin itu ada di dalam toilet yang ada air. Mungkin itu shower.”
“ bukan mana mungkin shower itu jalannya, mungkin saja bathub, jika kita geser bathubnya maka akan ada jalan.”
“ bathub kan tidak bisa di geser.”
“ kita coba aja.”
“ ok,ayo kita pergi ke tempat yang tak akan bisa kita lupakan, meski itu tanpa ayumi.”
aku dan miroku pun pergi ke toilet, dan ternyata benar bathubnya bisa kita geser. Kami masuk ke dalam ruangan yang penuh dengan jalan. Tapi kita akhirnya sampai di tempat yang kami tuju selama ini, kami dapat mencapainya karena usaha kami.
“ ini ya yang namanya labirin itu.”aku senang karena dapat mencoba sendiri bagaimana di dalam labirin itu, biasanya aku hanya bisa melihat di TV aja.
“ Ya inilah labirin”
“ besar banget, untung kita punya petanya.”
aku dan miroku pun sampai.
“ inikah tempat yang kita tuju itu. Benar-benar indah banget tempat ini.”
“ ya baru kali ini aku melihat ruangan yang begitu indah, andai saja disini ada ayumi.”
“ ya pasti dia akan senang sekali.”
Akhirnya kami memutuskan untuk pulang dan ternyata ada jalan keluar, kami pun membukanya dan ternyata kita sudah ada di rumah miroku. Ternyata selama ini ada pintu rahasia di rumah miroku.
“ lihat ada jalan pintas.”
“ iya, ayo cepat buka.”
“ apa … inikan rumahmu miroku.”
“ya, jadi ternyata di rumahku ada jalan rahasia.”
Kamipun senang karena telah mengetaui jalan rahasia ini, dan setiap kali kami ingin berkumpul kami selalu pergi ke tempat rahasia ini. Ruangan rahasia ini adalah ruangan yang berisi benda-benda yang tak ternilai harganya.               
   THE END

Ketik Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *