Other Brain

“Onee-chan!! cepatlah kalau tidak kita akan terlambat ke sekolah, dan aku gak mw terlambat di hari pertamaku masuk SMA ini.” Ucapku pada kakak perempuanku”Ya, tunggu Yoga-kun. aku udah mau turun nih, sabar dikit.”
“onee-chan osoi, totemo osoi.”

“iya ini juga udah siap kok, ayo kita berangkat.” balas kakaku dengan wajah tersenyum padahal ia lama sekali.

 

“otou-san, oka-san, kaeru.” ucapku dan juga kakakkukamipun pergi ke sekolah bersama yang memang kami masuk sekolah yang sama, namun kakakku sudah kelas 2, sedangkan aku baru masuk SMA tahun ini. memang keluarga kami sering mencampurkan antara bahasa indonesia dan jepang secara bersamaan. yah memang sih kalo 2 bahasa tersebut di satukan akan terdengar aneh, namun bagi kami yang tinggal di kota tagog apu bukanlah hal aneh, sebab semua orang yang di tagog apu itu menyukai anime, bahkan kadang ada yang menyebut tagog apu ini otaku city. ada sebuah peraturan di kotaku ini yaitu setiap orang tidak di perkenankan untuk memakai motor, oleh karena itu kebanyakan pekerja atau pelajar menggunakan sepeda sebagai kendaraan mereka. memang menyenangkan, tapi aku dan kakakku jarang sekali menggunakan sepeda kami lebih senang jika kami berjalan kaki ke sekolah, karena jaraknyapun tidak terlalu jauh dari rumah kami. tak terasa ternyata kita sudah hampir sampai ke sekolah dan karena kakakku itu kelas 2 jadi dia lari dengan terburu” karena harus menyambut siswa baru, dan akupun setelah sampai langsung masuk barisan karena upacara akan segera di mulai.

 

“gara-gara onee-chan hampir aja aku terlambat.” gerutuku tanpa memperdulikan orang di sekitarku.”hai, boku wa rizky desu, salam kenal” sapa orang di sebelahku yang ternyata juga hampir terlambat karena dia berada di belakang sama sepertiku
“oh iya, boku wa yoga desu, salam kenal. umm apakah kau hampir terlambat juga?” tanyaku perlahan karena upacara sudah di mulai dan aku takut terdengar guru” dan murid lain
“iya, aku terlalu lama mencari sepatuku yang aku lupa simpan. hahaha” jawabnya perlahan bahkan nyaris tak terdengar.”oh iya nanti saja lanjutkan, sekarang upacara sudah dimulai tuh.” ucapku.
45 menit kemudian upacara selesai, dan kepala sekolahpun mengumumkan bahwa pak Rama selaku kesiswaan akan memberitahukan dimana kita akan di tempatkan. setelah sekian lama akhirnya di umumkan kelas 10-I yang merupakan kelas terakhir, dan disana di sebutkan namaku juga nama rizky yang artinya kita di kelas yang sama.”Eh rizky-kun, ternyata kita sekelas yah, syukurlah.” kataku karena akhirnya memiliki teman sekelas yang aku kenal dan merupakan orang pertama.
“iya, aku juga tidak menyangka ternyata orang yang pertama aku kenal akan jadi teman sekelasku juga.”
“kalau begitu ayo kita ke kelas.””ya, ayo.”
Kamipun berjalan menuju kelas sambil bercengkrama dan menceritakan cerita-cerita satu sama lain. “Eh rizky-kun menurutmu bagaimana kelas kita?” tanyaku pada rizky
“kalo aku sih inginnya yang kaya di another gitu, tapi yang aku inginkan itu saling menganggap tidak ada antara satu dengan yang lainnya. Kan kalo gitu kedaannya seru.” Jawab rizky yang tampaknya senang akan yang berbau horor
“iya sih seru tapi yang aku tidak inginkan adalah kutukannya, kalo untuk 1 minggu pertama saling gitu ya gak apa, asalkan jangan selamanya. Kan serem juga.” Ucapku “bener juga apa yang kau katakan. Sudahlah kita lihat nanti apa yang akan terjadi saat masuk kelas.”setelah beberapa menit mereka berjalan menuju kelas mereka yang baru, akhirnya mereka sampai dan merekapun masuk sambil menyapa teman sekelas yang baru mereka.” Ohayo minna-san.” Ucapku dan rizky secara bersamaan, namun gak ada seorangpun yang menjawab sapaan kami.”ada apa ya yoga-kun kok mereka gak ada yg jawab.” bisik rizky kepadaku”iya aneh.” Balasku, namun aku juga merasakan hal aneh lain selain hal tadi, “oh iya kenapa mereka duduk sebangku dengan lawan jenis ya, bukankah biasanya orang lebih memilih teman sebangku yang sesama jenis, apa yg terjadi ini.” lanjutku dengan membisikan pada rizky. Tapi mungkin kita berdua bisa memakluminya karena ini adalah hari pertama sekolah dan mungkin saja orang yang mereka kenal berada di kelas lain semua.Karena ini hari pertama, sehingga gak ada guru yang masuk kelas. Kami hanya di berikan selembaran yang merupakan jadwal pelajaran untuk kelas ini. dan setelah menerima selembaran kami di perbolehkan pulang, sedangkan kelas 2 dan 3 sedang mengikuti pelajaran ke 4 dmn masih tersisa 2 mata pelajaran sebelum mereka dapat pulang. namun karena aku menunggu kakakku yg berada di kelas 2 akupun tidak langsung pulang, dan untuk mengisi kebosanan akhirnya akupun memutuskan pergi ke perpustakaan.”eh yoga-kun mau pulang bareng gak?””maaf rizky-kun aku harus menunggu kakakku yang di kelas 2, jadi aku gak bisa pulang.” jawabku”umm begitu, ya sudah kalo begitu aku pulang duluan ya, jya na.””gomenasai.”gak apa kok, bye bye.” ucap rizky yang langsung meninggalkanku sendirian, dan akhirnya hanya aku sendiri yang belum pulang. dan akupun pergi ke perpustakaan untuk membaca buku yang mungkin bisa menghilangkan kebosananku.”arghh kok gak ada yang menarik sih, semua buku pelajaran.” gumamku. setelah beberapa saat akhirnya aku menemukan buku yang sudah kusam. di judulnya tertulis “Tragedi 1900” seketika aku kaget dengan tulisan itu yang berarti terjadi 125 tahun yang lalu.
“umm.. aneh buku ini kok cuman terisi 5 halaman padahal bukunya tebal seperti ini dan kenapa isi hanya permintaan maaf dan nama saja” pikirku setelah melihat isi buku tersebut.”
note : ini masih panjang namun karena waktunya gak cukup kalo semua jadi segini aja dulu.semoga bisa secepatnya di tamatin…  dan mohon kritik dan sarannya

 

Ketik Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *