Arti

Terkadang udara pagi begitu terasa mencekik.

Ketika hati berselimutkan bayang kelabu.

Ketika hari menjadi suram.

Langkah kaki memaku di persimpangan jalan.

Arah mana yang diinginkan hati?

Rasanya… ini tidak memberi arti.

Hanya mampu bersua bersama bayang diri.

Yang tetap tak mampu melangkahkan kaki.

Haruskah terjun, “bunuh diri”?

Bertanya pada hati yang sepi.

Atau berlari tanpa henti?

Dan abaikan semua mimpi.

Menghela… menjeda… mematahkan sayap-sayap berduri.

Hanya jasad yang mampu berseri.

Sedang hati masih mencari sebuah arti.

Akankah ada pertemuan hari di persimpangan ini?

Hari yang mempertamukan satu arti.

Membentuk hidup yang berarti. Wujudkan mimpi tertinggi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *